Arti Coquette dan Bagaimana Gaya Ini Digunakan dalam Bahasa Gaul

Arti Coquette dan Bagaimana Gaya Ini Digunakan dalam Bahasa Gaul

Kata “coquette” berasal dari bahasa Prancis. Secara harfiah, artinya perempuan yang suka menggoda atau mencari perhatian. Dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai “genit” atau “centil”.

Kamus bahasa Inggris seperti Merriam-Webster dan Oxford mendefinisikannya sebagai wanita yang bermain-main dengan perasaan orang lain untuk mendapatkan kekaguman dan perhatian,

tanpa memiliki niat serius. Arti asli ini cenderung membawa konotasi negatif karena menggambarkan sikap yang manipulative atau tidak tulus.

Namun dalam bahasa gaul dan tren media sosial masa kini, arti kata ini sudah bergeser jauh. Coquette tidak lagi hanya soal sikap atau karakter seseorang. Ia berubah menjadi nama sebuah gaya estetika dan fashion yang sangat populer di kalangan Gen Z.

Gaya ini menonjolkan sisi hiper-feminin, lembut, romantis, manis, dan sedikit playful. Di TikTok dan Instagram, tagar #coquette telah mengumpulkan miliaran tayangan dan menjadi salah satu tren fashion yang paling sering dibahas beberapa tahun terakhir.

Ciri utama gaya coquette adalah penggunaan detail yang lembut, dekoratif, dan berlimpah. Pita (bows) menjadi elemen paling ikonik. Hampir setiap penampilan coquette memiliki pita, baik di rambut, di baju, di tas, maupun di sepatu.
Selain pita, elemen penting lainnya adalah renda, ruffles (kerutan), mutiara, motif bunga kecil (ditsy floral), dan warna-warna pastel. Warna yang paling sering muncul adalah pink muda, cream, baby blue, lavender lembut, dan putih gading.

Pakaian yang sering dipakai dalam gaya ini meliputi gaun baby doll, rok mini berenda, korset tipis, cardigan rajut, blouse dengan detail frills, serta sepatu Mary Jane atau ballet flats.
Aksesori kepala seperti jepit pita, headband berenda, dan kalung mutiara menjadi pelengkap wajib.
Makeup yang mendukung gaya coquette biasanya dewy, blushy, dengan pipi yang merona dan bibir berwarna lembut. Kesan keseluruhan adalah manis, romantis, dan sedikit nostalgik.

Gaya ini mendapat inspirasi dari beberapa era sejarah dan budaya. Yang paling kuat adalah estetika Rococo abad ke-18 di Prancis, khususnya citra Marie Antoinette yang penuh kemewahan lembut dan detail berlebihan.
Ada juga pengaruh fashion era Victoria, gaya Amerika tahun 1950-an, serta estetika yang sering dibawa penyanyi Lana Del Rey dalam musik dan visualnya.
Campuran antara kesan vintage, balletcore, soft girl, dan sedikit sentuhan lolita Jepang membuat coquette terasa nostalgik sekaligus modern.

Di Indonesia, coquette masuk ke bahasa gaul dengan cukup cepat dan mudah diterima. Anak muda memakai kata ini untuk menggambarkan penampilan yang “manis banget”, “penuh pita”, “girly tapi elegan”, atau “soft banget”.
Banyak yang mengadaptasi gaya ini dengan tetap menyesuaikan norma lokal. Versi hijab coquette juga muncul dan cukup populer.
Mereka tetap mempertahankan elemen pita, renda, warna pastel, dan kesan lembut tanpa meninggalkan prinsip kesopanan.

Menurut saya, daya tarik coquette terletak pada keberanian merayakan feminitas secara terbuka dan tanpa rasa bersalah.

Di tengah tren yang sering menekankan kesan “cool”, “edgy”, atau maskulin, gaya ini menawarkan ruang untuk lembut, playful, dan manis.

Tentu saja ada kritik. Beberapa orang menilai coquette terlalu meromantisasi citra perempuan yang manja, pasif, atau kekanak-kanakan.

Yang lain melihatnya sebagai bentuk reclamation, yaitu cara perempuan mengambil kembali kontrol atas cara mereka menampilkan sisi lembut dan feminin.

Cara menggunakan istilah ini dalam bahasa gaul cukup fleksibel. Kamu bisa bilang “outfit-nya coquette banget hari ini” untuk memuji penampilan teman. Atau “vibes-nya coquette” ketika melihat kamar yang penuh dekorasi soft, pink, dan pita.

Di konten fashion, cukup sebut “coquette aesthetic” atau “gaya coquette” agar audiens langsung paham. Bahkan kata ini bisa dipakai untuk mendeskripsikan mood, makeup, hingga cara berhias ruangan.

Yang perlu diingat, coquette bukan hanya soal pakaian. Ia juga bisa merujuk pada keseluruhan suasana yang diciptakan:
makeup yang dewy dan blushy, rambut yang dihias pita, kamar yang dihias dengan elemen lembut, hingga cara berbicara atau bersikap yang lebih lembut dan playful. Intinya adalah menciptakan kesan manis, romantis, dan sedikit menggoda secara visual.

Jika kamu ingin mencoba gaya ini, mulailah dari elemen kecil. Tambahkan pita di rambut atau di tas, pilih satu dua item berwarna pastel, lalu lengkapi dengan detail renda atau mutiara.

Tidak perlu langsung berlebihan di awal. Yang paling penting adalah rasa nyaman dan percaya diri saat mengenakannya. Coquette yang paling menarik justru yang terasa natural dan personal, bukan yang dipaksakan hanya karena tren.